IMPLEMENTASI LITERASI AGAMA DAN SAINS (STUDI KASUS PENGUATAN LITERASI AGAMA DAN SAINS DI SMP N 8 PURWOREJO)

Authors

  • M Djamal Program Studi Pendidikan Agama Islam.STAINU Purworejo Author
  • Mahmud Nasir Program Studi Pendidikan Agama Islam.STAINU Purworejo Author
  • Ani Maftuhah Program Studi Pendidikan Agama Islam.STAINU Purworejo Author

Keywords:

Literacy, Religion, Science, Literasi, Agama, Sain

Abstract

Currently, the literacy quality of our students is still low, both in the field of numeracy and science. According to the Program for International Student Assessment (PISA) assessment in 2018, Indonesian children's reading ability was ranked 74th out of 79 countries. Meanwhile, literacy in numerical and scientific fields ranked 73rd and 71st out of 79 participating countries. The low literacy of students is due to factors (1) selection of textbooks that do not encourage students to think critically and innovatively; (2) misconceptions that occur in students in understanding concepts or theories; (3) learning that tends to be textual; and (4) students' ability to understand reading. The government is trying to overcome this problem by developing the School Literacy Movement (GLS) program so that all schools can improve students' literacy skills. This study aims to: (1) analyze the implementation of strengthening religious and scientific literacy at SMP Negeri 8 Purworejo; (2) analyze the impact of strengthening religious and scientific literacy on students' interest in learning at SMP Negeri 8 Purworejo, and (3) analyze the implications of strengthening religious and scientific literacy for teachers in the learning process at SMP Negeri 8 Purworejo. The research method used is a qualitative method that emphasizes the naturalness of the data and explores authentic meaning. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is an interactive model with the stages of data collection, data reduction, data display, verification and conclusions. The conclusion is that the implementation of literacy carried out at SMP Negeri 8 Purworejo includes facilities supporting the implementation of literacy consisting of libraries, book collections and librarians. The library space is up to standard, the number of book collections is less than 800 titles and the librarian is not linear with the areas of library activity. Habitual activities carried out include reading non-lesson books 15 minutes before class starts for grade 9 students and memorizing juz 30 for grade 7 and 8 students There are no activities to respond to reading results from both students and teachers. Literacy activities have a positive impact on improving students' attitudes and behavior in active questioning behavior, fond of discussions, reviewing subject matter, seeking information through print or digital media, willingness strong to experiment and explore new ideas based on the information obtained.

 

Abstrak

Saat ini kualitas literasi siswa kita masih rendah baik bidang numerik maupun sain. Menurut penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2018, kemampuan membaca anak Indonesia berada pada peringkat 74 dari jumlah 79 negara. Sementara itu, literasi bidang numerik dan sain menduduki peringkat 73 dan 71 dari 79 negara peserta. Rendahnya literasi anak didik disebabkan karena faktor (1) pemilihan buku ajar yang tidak mendorong siswa untuk berfikir kritis dan inovatif; (2) faktor miskonsepsi yang terjadi pada anak didik dalam memahami konsep atau teori; (3) pembelajaran yang cenderung besifat tekstual; dan (4) kemampuan anak didik dalam memahami bacaan. Pemerintah berupaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengembangkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) agar semua sekolah meningkatkan kemampuan literasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis implementasi penguatan literasi agama dan sain di SMP Negeri 8 Purworejo; (2) menganalisis dampak penguatan literasi agama dan sain terhadap minat belajar siswa di SMP Negeri 8 Purworejo, dan (3) menganalisis implikasi penguatan literasi agama dan sain bagi guru dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 8 Purworejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang lebih menekankan kealamiahan data dan menggali makna yang otentik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah interactive model dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil kesimpulan bahwa Implementasi literasi yang dilaksanakan di SMP Negeri 8 Purworejo meliputi Fasilitas pendukung pelaksanaan literasi terdiri dari perpustakaan, koleksi buku dan pustakawan. Ruang perpustakaan sesuai standar, jumlah koleksi buku kurang dari 800 judul dan pustakawan tidak linier dengan bidang kegiatan perpustakaan.Kegiatan pembiasaan yang dilaksanaan meliputi membaca buku non-pelajaran 15 menit sebelum pelajaran dimulai bagi siswa kelas 9 dan menghafal juz 30 untuk siswa kelas 7 dan 8. Belum ada kegiatan memberikan tanggapan terhadap hasil membaca baik dari siswa mapun dari guru.Kegiatan literasi memberikan dampak positif bagi peningkatan sikap dan perilaku siswa dalam perilaku aktif bertanya,gemar diskusi, mempelajari kembali materi pelajaran, mencari informasi melalui media cetak ataupun media digital, kemauan kuat untuk bereksperimen dan menggali gagasan baru berdasarkan informasi yang diperoleh.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2023-03-17

Conference Proceedings Volume

Section

Conference Proceedings Submissions

How to Cite

IMPLEMENTASI LITERASI AGAMA DAN SAINS (STUDI KASUS PENGUATAN LITERASI AGAMA DAN SAINS DI SMP N 8 PURWOREJO). (2023). International Conference of Postgraduate Students and Academics in Syariah and Law, 4(1), 73-79. https://fsuproceedings.usim.edu.my/index.php/inpac/article/view/97