BAHASA FIGURATIF DALAM PENGAJARAN KITAB TA’LIM MUTA’ALLIM DI PONDOK PESANTREN AL MUHAMMAD CEPU
FIGURATIVE LANGUAGE USED IN KITAB TA’LIM MUTA’ALLIM TEACHING ACTIVITIES AT AL MUHAMMAD BOARDING SCHOOL CEPU
Keywords:
Figurative language, Teaching, Kitab, Pesantren, Bahasa figuratif, PengajaranAbstract
This study investigates figurative language in the teaching activities of Ta’lim Muta’allim classical book used by the Islamic priest at Al Muhammad Cepu Boarding School. The writers regarded the non-literal language or figurative language as scope of study. The researchers choose three teachers (as the chiefs of this boarding school). The writers design this research as descriptive qualitative study. Recording monolog and unstructures interview are considered as collecting data technique. Based on the finding and analysis, the researchers find two finding, as kinds of non-literal language in this teaching activities; metaphor and simile. From 10 findings, the writers confirms 8 metaphor data and 2 simile data.
Abstrak
Penelitian ini menginvestigasi bahasa nonliteral atau bahasa figuratif dalam ceramah oleh guru/dewan asatidz pada pengajaran kitab klasik/kitab kuning Ta’lim Muta’allim di Pondok Pesantren Al Muhammad Cepu Blora. Untuk mendapatkan batasan penelitian, peneliti menentukan batasan penelitian yang hanya membahas bahasa nonliteral dalam kegiatan pengajaran kitab kuning di pondok pesantren. Peneliti meneliti tiga pengajar yang merupakan pengasuh pondok pesantren tersebut. Peneliti merancang penelitian ini sebagai studi deskriptif qualitatif. Perekaman monolog/ceramah/pidato dan wawancara tidak terstruktur adalah teknik pengumpulan data. Berdasarkan 10 data hasil penelitian, peneliti merumuskan dua tingkatan makna dalam ulasan kegiatan pengajaran di pondok pesantren yaitu metafora dan simile. Dari temuan ini, dapat disimpulkan sebagian besar bahasa nonliteral atau bahasa figuratif yang digunakan oleh pemuka agama/dewan guru adalah metafora (sebanyak 8 data) dan simile hanya 2 data.
