ANDRAGOGI DALAM KISAH MUSA ‘ALAIHISSALAM BERSAMA KAUMNYA TELAAH SURAH AL-BAQARAH 67-74 DALAM TAFSIR AL-AZHAR BUYA HAMKA
Keywords:
principles of andragogy, the story of Musa and his people, the interpretation of al-Azhar, Andragogi, Kisah Musa, Tafsir Al-AzharAbstract
This research tries to explore the content of andragogy in surah Al-Baqarah verses 67-74 according to Tafsir al-Azhar and its relevance to today's adult education. The research data were collected using documentation technique, and analyzed using content analysis using the theory and character of andragogy according to Malcolm.S. Knowles, namely self-concept, experience, learning orientation, learning readiness, motivation, and knowledge needs. The results of the research on the interpretation of al-Baqarah 67-74 show that Musa had a positive self-concept, in the form of his awareness as a servant of Allah, acknowledging Allah's knowledge, being patient, forgiving, thinking about the safety of his people, communicating impersonally, respecting his people. As for the self-concept of the Musa people, it was negative, with an attitude of not acknowledging God's power, demeaning God's messenger, arrogant, too rational, and hard-hearted. Learning motivation that is instilled is motivation as a servant of God who is obedient and fears his God, not just fulfilling Maslow's version of the hierarchy of needs. Unlike the theory of andragogy, the learning orientation in this verse cannot be separated from human awareness of the importance of seeking knowledge as part of carrying out God's commands. The integration of cyber technology, both physical and non-physical in learning, requires the application of Quranic andragogy theory, which is built on a foundation of faith and noble character, with interactive, communicative, mutual respect and openness methods. Quranic andragogy will position humans as obedient servants of Allah and caliphs who are able to live a good life and receive Allah's mercy and forgiveness.
Abstrak
Penelitian ini mencoba menggali kandungan andragogi dalam surat al-Baqarah ayat 67-74 menurut Tafsir Al-Azhar dan relevansinya dengan pendidikan orang dewasa masa kini. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, dianalisis dengan metode analisis ini (content analysis) dengan menggunakan teori dan karakter andragogi menurut Malcolm.S. Knowles, yaitu konsep diri, pengalaman, orientasi belajar, kesiapan belajar, motivasi, dan kebutuhan pengetahuan. Hasil penelitian atas tafsir Al-Baqarah 67-74 menunjukkan bahwa Musa memiliki konsep diri positif, berupa kesadarannya sebagai hamba Allah, mengakui ilmu milik Allah, sabar, pemaaf, memikirkan keselamatan kaumnya, berkomunikasi impersonal, menghargai kaumnya. Adapun konsep diri kaum Musa bersifat negatif, dengan sikap tidak mengakui kekuasaan Allah, merendahkan utusan Allah, sombong, terlalu rasional, dan keras hati. Motivasi belajar yang ditanamkan adalah motivasi sebagai hamba Allah yang taat dan takut pada Tuhannya, bukan sekedar memenuhi hirarki kebutuhan versi Maslow. Berbeda dengan teori andragogi, orientasi belajar dalam ayat ini tidak bisa lepas dari kesadaran manusia akan pentingnya menuntut ilmu sebagai bagian dari pelaksanaan perintah Allah. Integrasi teknologi cyber baik fisik maupun non fisik dalam pembelajaran, mengharuskan adanya penerapan teori andragogi Qurani, yang dibangun atas landasan iman dan akhlak mulia, dengan metode interaktif, komunikatif, saling menghargai dan keterbukaan. Andragogi Qurani akan menempatkan manusia sebagai hamba Allah yang taat dan khalifah yang mampu mewujudkan kehidupan yang baik dan mendapatkan rahmat dan ampunan Allah.
